Bagaimana Martech Mendorong Pertumbuhan Pemasaran di Industri Farmasi?
Published
Friday, 13 September 2024
Share
Bisnis semakin banyak yang mengadopsi teknologi pemasaran (martech) untuk meningkatkan efektivitas strategi mereka. Menurut survei terbaru dari Chief Marketing Officer (CMO) oleh Duke University yang didukung oleh Deloitte dan dipublikasikan pada September 2024 lalu, sekitar 75% pemasar di berbagai sektor telah memanfaatkan alat martech. Tapi, hanya sekitar 56% dari teknologi martech yang sudah dibeli yang benar-benar digunakan secara optimal, menunjukkan adanya potensi yang belum dimanfaatkan sepenuhnya.
Seperti dilansir oleh Marketing Tech News, survei ini juga menilai dampak martech terhadap keberhasilan bisnis. Dengan skor rata-rata 4,7 dari 7 poin, di mana 1 menunjukkan manfaat paling sedikit dan 7 manfaat paling tinggi, hasil ini menunjukkan adanya kesenjangan antara ekspektasi dan realita. Eksekutif pemasaran merasa bahwa manfaat martech ternyata 34% lebih rendah dari yang diharapkan. Metrik yang paling umum digunakan untuk mengukur efektivitas martech di industri farmasi termasuk generasi prospek (76%) dan peningkatan penjualan (68%).
Lebih dari itu, 65% perusahaan farmasi melacak tingkat konversi prospek, namun metrik yang lebih berorientasi pada pelanggan seperti nilai pelanggan seumur hidup (28%), loyalitas (27%), dan akselerasi pipeline (23%) masih jarang digunakan. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan untuk lebih memfokuskan pada keberlanjutan hubungan jangka panjang dengan pelanggan, terutama dalam sektor kesehatan.
Deloitte juga mencatat bahwa teknologi baru seperti kecerdasan buatan generatif (generative AI) mulai berdampak positif, meskipun baru 7% aktivitas pemasaran yang melibatkan AI. Penggunaan teknologi ini telah memberikan peningkatan produktivitas penjualan sebesar 5%, kepuasan pelanggan naik 6%, serta menurunkan biaya pemasaran sebesar 7%.
Namun, penggunaan AI dalam pemasaran farmasi menghadirkan tantangan tersendiri, seperti risiko bias dan kebutuhan investasi infrastruktur yang memadai untuk mendukung operasi AI. Selain itu, penting bagi perusahaan farmasi untuk memastikan keadilan dan transparansi dalam penerapan teknologi ini, terutama karena dampak teknologi pada sektor kesehatan dapat sangat besar.
Survei ini juga menunjukkan penurunan anggaran pemasaran sebagai persentase dari total anggaran perusahaan, turun menjadi 10% pada 2024 dari 14% pada 2022. Meski begitu, anggaran pemasaran sebagai persentase dari pendapatan perusahaan naik tipis, menunjukkan peningkatan efisiensi dalam pengeluaran.
Ke depan, pengeluaran total untuk pemasaran diharapkan meningkat sebesar 5% dalam 12 bulan mendatang, namun pertumbuhan pengeluaran pemasaran digital diprediksi akan melambat, hanya naik 8% pada tahun berikutnya. Pengeluaran untuk media sosial juga diproyeksikan meningkat menjadi 11% dari seluruh anggaran pemasaran pada tahun 2024, dan diperkirakan akan mencapai 16% dalam lima tahun ke depan.
Data ini diambil dari survei terhadap hampir 300 pemimpin pemasaran di lebih dari 15 industri di Amerika Serikat, memberikan pandangan yang relevan bagi industri farmasi tentang pentingnya penggunaan martech dan inovasi teknologi dalam pemasaran.

Your Path to Precise Digital Growth
Starts with a Conversation
Every breakthrough begins with a diagnosis. Let's evaluate your digital presence and prescribe a high-performance strategy tailored specifically to your objectives.
Book a Consultation