Bursa Saham Global dan Asia Kompak Anjlok, Ancaman Resesi Membayangi
Published
Tuesday, 6 August 2024
Share
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mengalami penurunan pada perdagangan Senin pagi (5/8/2024), sejalan dengan melemahnya pasar saham di kawasan Asia dan global.
Dilansir oleh kantor berita ANTARA, IHSG dibuka dengan penurunan sebesar 53,51 poin atau 0,73 persen ke level 7.254,60. Sementara itu, indeks LQ45, yang mencakup 45 saham unggulan, juga turun 10,65 poin atau 1,16 persen menjadi 908,71.
Menurut analisis dari Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas yang dirilis, Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia untuk kuartal II-2024. Pertumbuhan ekonomi ini diperkirakan melambat di bawah 5 persen secara tahunan (year on year/yoy), yang dipengaruhi oleh penurunan konsumsi masyarakat.
Dari perspektif global, ketidakpastian pasar kembali meningkat setelah pengumuman suku bunga oleh Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed), terutama setelah data pasar tenaga kerja menunjukkan perlambatan yang signifikan. Klaim pengangguran meningkat tajam ke level 249.000, melampaui proyeksi yang hanya sebesar 236.000 klaim.
Data pekerjaan di luar sektor pertanian juga menunjukkan peningkatan yang jauh di bawah ekspektasi, hanya menambah 114.000 pekerjaan. Hal ini meningkatkan kekhawatiran pelaku pasar terhadap kemungkinan resesi di Amerika Serikat (AS), yang kemudian memicu kekhawatiran akan terjadinya hard landing, karena The Fed dinilai lambat dalam melakukan quantitative easing seperti yang terjadi selama pandemi COVID-19.
Pasar global mengalami penurunan tajam akibat kekhawatiran akan resesi yang dipicu oleh data ekonomi yang melemah di Amerika Serikat dan Eropa. Kekhawatiran ini membuat investor khawatir terhadap prospek pertumbuhan ekonomi global, sehingga bursa saham di berbagai negara mengalami tekanan yang signifikan.
Bursa saham Amerika Serikat mengalami penurunan tajam pada perdagangan Jumat pekan lalu (2/8/2024). Indeks Dow Jones turun 1,51 persen, indeks Nasdaq melemah 2,43 persen, dan indeks S&P 500 turun 1,51 persen.
Pasar saham regional Asia saat dibuka pada Senin pagi juga mengalami pelemahan. Indeks Nikkei (Jepang) turun 1.960,80 poin atau 5,46 persen ke 33.948,89, indeks Hang Seng (China) melemah 118,73 poin atau 0,70 persen ke 16.826,77, indeks SSEC (China) turun 4,05 poin atau 0,14 persen ke 2.901,29, dan indeks Straits Times (Singapura) melemah 98,57 poin atau 2,92 persen ke 3.282,87.

Your Path to Precise Digital Growth
Starts with a Conversation
Every breakthrough begins with a diagnosis. Let's evaluate your digital presence and prescribe a high-performance strategy tailored specifically to your objectives.
Book a Consultation