Kiat Menghubungkan Kebutuhan HCP dan Solusi dari Perusahaan Farmasi
Published
Wednesday, 27 March 2024
Share
Dalam sektor pelayanan kesehatan, terdapat jurang yang signifikan antara kebutuhan yang dihadapi oleh Profesional Kesehatan (HCP) dan solusi yang diberikan oleh perusahaan farmasi. Hal ini mengakibatkan hambatan dalam memberikan pelayanan optimal kepada pasien, kehilangan kesempatan untuk mengimplementasikan inovasi perawatan yang baru, serta mengurangi manfaat bagi kedua belah pihak. Beberapa kesenjangan yang muncul antara HCP dan perusahaan farmasi yakni :
1. Banjir informasi vs langkah promosi
Profesional Kesehatan dibombardir dengan pesan dan data pemasaran, seringkali kesulitan menemukan informasi relevan dan berbasis bukti yang secara langsung menjawab kebutuhan pasien. Sebaliknya, perusahaan farmasi mungkin memprioritaskan promosi produk dibandingkan menyediakan sumber edukasi yang ditargetkan dan dipersonalisasi.
2. Keterbatasan waktu vs engagement yang mendalam
Profesional Kesehatan menangani perawatan pasien, tugas administratif, dan pengembangan profesional, sehingga menyisakan waktu terbatas untuk terlibat secara mendalam dengan perwakilan farmasi. Metode penjangkauan dengan cara lama mungkin tidak memperhatikan batasan waktu ini, sehingga menyebabkan frustrasi dan berujung kehilangan koneksi.
3. Preferensi yang terus berkembang vs pendekatan statis
Profesi kesehatan semakin bergantung pada saluran digital dan komunikasi yang dipersonalisasi, sementara perusahaan farmasi seperti tertinggal dalam mengadaptasi strategi mereka. Ketidaksesuaian dalam gaya komunikasi ini dapat menghambat pertukaran informasi dan kolaborasi.
4. Kemitraan yang fokus pada produk vs fokus pada pasien
Meskipun penelitian berbasis data sangat berharga, sering kali penelitian tersebut tidak menghasilkan solusi praktis yang secara langsung mengatasi permasalahan HCP tertentu. Kurangnya Insight yang dapat ditindaklanjuti dapat menghambat efektivitas penawaran farmasi.
5. Berbasis data vs implementasi praktis
Profesional Kesehatan semakin bergantung pada channel digital dan komunikasi yang dipersonalisasi, sementara perusahaan farmasi seperti tertinggal dalam mengadaptasi strategi mereka. Ketidaksesuaian dalam gaya komunikasi ini dapat menghambat pertukaran informasi dan kolaborasi.
Untuk menjembatani jurang yang lebar antara pharma marketer (pemasar farmasi) dengan profesional kesehatan (HCP), ada beberapa langkah yang dapat diambil :
1. Memahami Kebutuhan HCP
Pharma marketer perlu melakukan riset mendalam untuk memahami kebutuhan, tantangan, dan preferensi HCP. Ini dapat meliputi melakukan wawancara langsung, survei, atau analisis data untuk mendapatkan wawasan yang lebih baik.
2. Menyediakan Informasi Berbasis Bukti
Daripada hanya mempromosikan produk, pharma marketer dapat fokus pada menyediakan informasi yang relevan, akurat, dan berbasis bukti yang dapat membantu HCP dalam pengambilan keputusan klinis. Ini termasuk menyediakan studi klinis, panduan praktik klinis, dan bukti ilmiah lainnya.
3. Membangun Hubungan Personal
Daripada hanya mengandalkan komunikasi massal, pharma marketer dapat berusaha membangun hubungan personal dengan HCP. Ini bisa dilakukan melalui pertemuan tatap muka, webinar, atau sesi pelatihan yang bersifat interaktif.
4. Menyediakan Pelatihan dan Pendidikan
Pharma marketer dapat menyediakan program pelatihan dan pendidikan yang relevan dan bermanfaat bagi HCP. Ini bisa berupa pelatihan tentang produk baru, update terkini dalam bidang medis, atau keterampilan klinis tertentu.
5. Menggunakan Teknologi yang Memadai
Menggunakan teknologi yang tepat dapat membantu pharma marketer dalam berkomunikasi dengan HCP secara efektif. Ini bisa termasuk penggunaan platform digital untuk menyampaikan informasi, aplikasi berbasis mobile, atau platform e-learning untuk pendidikan kontinu.
6. Menyediakan Dukungan Pelanggan yang Berkelanjutan
Pharma marketer dapat memastikan bahwa mereka tidak hanya hadir selama periode promosi produk, tetapi juga menyediakan dukungan pelanggan yang berkelanjutan. Ini bisa berupa layanan pelanggan yang responsif, dukungan dalam hal penggunaan produk, atau akses ke sumber daya tambahan.
7. Berfokus pada Solusi, Bukan Hanya Produk
Daripada hanya mempromosikan produk mereka, pharma marketer dapat berfokus pada menyediakan solusi komprehensif untuk kebutuhan klinis HCP. Ini bisa melibatkan menyediakan paket layanan yang mencakup pelatihan, dukungan pasca-penjualan, atau bantuan dalam menangani masalah tertentu.
Ingin membaca lebih jauh tentang kiat-kiat membangun relasi dan memahami kebutuhan para profesional kesehatan di Indonesia? Unduk white paper terbaru kami, Strategi HCP Engagement : Preferensi Marketing para Profesional Kesehatan di Indonesia, di sini.

Your Path to Precise Digital Growth
Starts with a Conversation
Every breakthrough begins with a diagnosis. Let's evaluate your digital presence and prescribe a high-performance strategy tailored specifically to your objectives.
Book a Consultation