Konsep Adoption Category dan Penerapannya dalam Bisnis Farmasi
Published
Friday, 16 February 2024
Share
Dalam era digital dan kemajuan teknologi, konsep "adoption category" atau kategori adopsi menjadi semakin krusial dalam merancang strategi bisnis, terutama dalam sektor farmasi dan kesehatan. Kategori adopsi adalah kerangka kerja yang membantu perusahaan memahami bagaimana konsumen atau pelanggan mengadopsi atau menerima inovasi baru, produk, atau layanan.
Artikel ini akan menjelaskan signifikansi adoption category dalam transformasi bisnis farmasi dan kesehatan serta bagaimana perusahaan dapat mengaplikasikannya untuk mencapai kesuksesan.
Apa Itu Adoption Category?
Adoption category atau kategori adopsi adalah konsep yang menggambarkan berbagai kelompok atau tahapan di mana individu atau organisasi mengadopsi suatu inovasi, produk, atau layanan. Konsep ini membantu memahami bagaimana suatu ide atau produk diterima dan berkembang dalam masyarakat.
Konsep adoption category diperkenalkan oleh Everett M. Rogers dalam teorinya yang dikenal sebagai Teori Diffusion of Innovations. Teori ini pertama kali muncul dalam buku yang berjudul sama, Diffusion of Innovations, yang terbit pada tahun 1962.
Rogers mengidentifikasi berbagai kelompok yang berperan dalam proses adopsi inovasi, dan adoption category menjadi salah satu elemen utama dalam memahami pola adopsi inovasi di masyarakat. Teori ini telah menjadi dasar untuk memahami bagaimana ide, produk, atau layanan menyebar dan diterima oleh kelompok-kelompok berbeda dalam populasi.
Apa Saja Bagian-Bagian dalam Adoption Category?

(Sumber ilustrasi : Research Gate)
Konsep adoption category melibatkan beberapa tahapan yang mencerminkan tingkat adopsi atau penerimaan suatu inovasi, produk, atau layanan oleh kelompok konsumen. Berikut adalah tahapan umum dalam konsep tersebut :
1. Innovators (Inovator)
- Karakteristik : Kelompok ini merupakan individu atau organisasi yang pertama kali mengadopsi suatu inovasi.
- Persentase Populasi : Kurang dari 3-5% dari populasi.
- Sifat-Sifat : Mereka cenderung berani, terbuka terhadap risiko, dan memiliki sumber daya untuk mencoba inovasi.
2. Early Adopters (Pengadopsi Awal)
- Karakteristik : Kelompok ini mengadopsi inovasi setelah inovator dan sebelum mayoritas.
- Persentase Populasi : Sekitar 13-18% dari populasi.
- Sifat-Sifat : Mereka umumnya berpemikiran maju, memiliki pengaruh sosial, dan mampu menyampaikan pesan kepada orang lain.
3. Early Majority (Mayoritas Awal)
- Karakteristik : Kelompok ini mengadopsi inovasi sebelum mayoritas, tetapi setelah early adopters.
- Persentase Populasi : Sekitar 34-40% dari populasi.
- Sifat-Sifat : Mereka cenderung mengamati pengalaman orang lain sebelum mengadopsi inovasi, memiliki tingkat risiko yang lebih rendah dibandingkan early adopters.
4. Late Majority (Mayoritas Akhir)
- Karakteristik : Kelompok ini mengadopsi inovasi setelah mayoritas sudah melakukannya.
- Persentase Populasi : Sekitar 34-40% dari populasi.
- Sifat-Sifat : Mereka cenderung skeptis terhadap perubahan, membutuhkan bukti yang kuat sebelum mengadopsi inovasi.
5. Laggards (Penunda)
- Karakteristik : Kelompok ini adalah yang terakhir mengadopsi inovasi.
- Persentase Populasi : Kurang dari 16% dari populasi.
- Sifat-Sifat : Mereka cenderung konservatif, skeptis, dan sulit untuk melepaskan metode atau produk lama.
Setiap tahap ini mencerminkan cara orang atau organisasi berinteraksi dengan inovasi, dan pengetahuan tentang tahapan ini membantu perusahaan merancang strategi pemasaran yang sesuai dengan karakteristik masing-masing kelompok. Dengan memahami tingkat kesiapan dan keberanian masyarakat dalam mengadopsi perubahan, perusahaan dapat mengoptimalkan upaya mereka untuk mencapai penerimaan yang lebih luas.
Lantas Bagaimana dengan Chasm?

(Sumber ilustrasi : Medium.com/Bootcamp)
"Chasm" atau jurang adalah konsep yang diperkenalkan oleh Geoffrey A. Moore dalam bukunya Crossing the Chasm yang terbit pada tahun 1991. Konsep tersebut masih berhubungan dengan adoption category, tapi menjelaskan tantangan kritis yang dihadapi suatu inovasi ketika mencoba untuk beralih dari adopsi oleh early adopters menuju adopsi oleh mayoritas early majority. Chasm mewakili kesenjangan yang signifikan antara dua kelompok tersebut.
Tahap-tahap chasm yakni sebagai berikut :
1. Early Market
- Karakteristik : Inovasi awalnya diterima oleh early adopters yang terbuka terhadap risiko dan berani mencoba produk baru.
- Tantangan : Adopsi awal mungkin cepat, tetapi belum mencakup pasar yang cukup besar.
2. Chasm
- Karakteristik : Ketika inovasi menghadapi kesulitan untuk menyeberangi jurang dari early adopters ke early majority.
- Tantangan : Early majority lebih skeptis dan menuntut bukti nyata sebelum mengadopsi inovasi. Pemasaran dan strategi bisnis harus disesuaikan untuk meyakinkan kelompok ini.
3. Bowling Alley
- Karakteristik : Jika inovasi berhasil menyeberangi chasm, maka bisa memasuki fase bowling alley di mana penerimaan mulai berkembang di antara kelompok bisnis atau segmen pasar tertentu.
- Tantangan : Fokus pada mendapatkan adopsi di segmen-segmen ini tanpa mencoba menjangkau seluruh pasar.
4. Tornado
- Karakteristik : Penerimaan melebar secara dramatis, dan inovasi menjadi umum di pasar.
- Tantangan : Manajemen pertumbuhan yang cepat, persaingan intensif, dan perlunya pembaruan dan perluasan kapasitas untuk memenuhi permintaan yang meningkat.
5. Main Street
- Karakteristik : Inovasi menjadi standar di seluruh pasar.
- Tantangan : Pemeliharaan dan penyempurnaan produk untuk tetap relevan dalam lingkungan yang berubah.
6. Total Assimilation
- Merujuk pada proses penuhnya adopsi inovasi oleh seluruh pasar atau kelompok konsumen.
- Total assimilation mencapai tahap ketika inovasi telah diterima secara luas dan menjadi bagian integral dari kehidupan sehari-hari.
Konsep chasm membantu perusahaan memahami bahwa ada perbedaan signifikan dalam perilaku konsumen antara kelompok awal yang cenderung terbuka terhadap risiko dan kelompok mayoritas yang lebih skeptis. Menavigasi chasm memerlukan strategi khusus untuk memenangkan hati dan pikiran kelompok mayoritas, sehingga inovasi dapat mencapai adopsi yang lebih luas dan berkelanjutan di pasar.
Bagaimana Penerapannya di Bisnis Farmasi dan Healthcare?
Dalam industri farmasi, penerapan adoption category dapat membantu perusahaan untuk mengelola peluncuran obat baru. Misalnya, ketika meluncurkan obat inovatif, perusahaan perlu memahami bahwa adopsi obat ini akan berbeda-beda di antara berbagai segmen pasien. Kategori adopsi membantu perusahaan untuk merancang strategi pemasaran yang sesuai dengan tingkat kesiapan dan penerimaan masing-masing segmen.
Dengan munculnya teknologi kesehatan, seperti telemedicine atau aplikasi kesehatan digital, kategori adopsi menjadi relevan dalam memahami bagaimana masyarakat dan profesional kesehatan mengadopsi dan beradaptasi dengan perubahan tersebut. Perusahaan di sektor kesehatan perlu memahami bahwa tingkat adopsi bisa bervariasi, dan strategi yang efektif harus disesuaikan dengan kategori adopsi yang berbeda.
Beberapa faktor yang memengaruhi adopsi kategori dalam bisnis farmasi melibatkan keamanan dan efikasi produk, literasi kesehatan masyarakat, dan juga faktor regulasi. Menilai dan memahami faktor-faktor ini membantu perusahaan untuk merancang kampanye informasi dan edukasi kesehatan yang lebih efektif.
Dalam menghadapi perubahan dinamis di sektor farmasi dan kesehatan, adoption category menjadi pedoman yang penting untuk mencapai keberhasilan. Memahami kapan, bagaimana, dan mengapa pelanggan mengadopsi inovasi kesehatan membantu perusahaan untuk mengarahkan upaya pemasaran dan komunikasi mereka secara lebih efektif. Dengan memanfaatkan konsep adoption category, perusahaan dapat memainkan peran yang lebih proaktif dalam membentuk masa depan kesehatan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dapatkan ‘Konsultasi Gratis’ bersama kami tentang cara merespons tanggapan konsumen terhadap produk Bisnis Farmasi dan Healthcare Anda.

Your Path to Precise Digital Growth
Starts with a Conversation
Every breakthrough begins with a diagnosis. Let's evaluate your digital presence and prescribe a high-performance strategy tailored specifically to your objectives.
Book a Consultation