LinkedIn Perluas Video Ads dengan Layanan BrandLink, Peluang Baru untuk Marketer

Insight
LinkedIn Perluas Video Ads dengan Layanan BrandLink, Peluang Baru untuk Marketer

Published

Wednesday, 3 September 2025

Share

Pada Selasa (26/8/2025) pekan lalu, LinkedIn resmi meluncurkan program BrandLink, yang memungkinkan publisher dan kreator memasang iklan video pendek (pre-roll) serta berbagi pendapatan dengan platform. Saat ini, lebih dari 70 publisher dan kreator terlibat, termasuk nama besar seperti Bloomberg, BBC Studios, TED, hingga Vox Media.

Dilansir dalam penjelasan di situs resmi LinkedIn, BrandLink dirancang untuk menghadirkan konten kampanye berdurasi 4–6 bulan dengan format eksklusif seperti "Shows by LinkedIn". Sudah ada beberapa brand besar yang sudah ikut serta antara lain :

  • AT&T dengan Small Business Builders
  • IBM dengan Founder’s Blueprint
  • SAP dengan AI in Action
  • ServiceNow dengan The CEO Playbook

Hasilnya, pendapatan BrandLink tumbuh hampir 200% dalam satu kuartal, dan pembayaran ke kreator meningkat tiga kali lipat dalam setahun.

Video Ads dan Dampaknya untuk Industri Farmasi & Healthcare

Menurut data LinkedIn, sektor healthcare mencatat kenaikan belanja iklan 14% antara 2024–2025. Hal ini menandakan semakin banyak brand kesehatan yang melihat potensi platform ini.

Ada beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan marketer farmasi & healthcare :

  • Edukasi Pasien & Publik : Video singkat bisa menjelaskan penggunaan obat, terapi, atau program kesehatan dengan cara visual yang lebih mudah dipahami.
  • Membangun Thought Leadership : Dokter, peneliti, atau brand farmasi bisa memanfaatkan video untuk berbagi insight industri, memperkuat kredibilitas.
  • Employer Branding : Dalam sektor healthcare yang kompetitif, video dapat menampilkan budaya kerja, misi perusahaan, hingga testimoni karyawan untuk menarik talenta muda.

Gen Z : Generasi Baru yang Mengubah LinkedIn

Di sisi lain, Gen Z juga menjadi pendorong utama perubahan di LinkedIn. Lebih dari 50% pengguna aktif bulanan platform ini berusia 25–34 tahun. Mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tapi juga :

  • Membangun personal brand melalui posting dan video.
  • Menggunakan LinkedIn sebagai wadah berbagi ide, insight, dan refleksi personal.
  • Lebih percaya pada konten autentik dibandingkan komunikasi formal tradisional.

Bagi marketer farmasi & healthcare, ini berarti strategi komunikasi harus lebih humanis, transparan, dan engaging agar mampu menjangkau audiens muda yang kritis dan digital-savvy.

Strategi untuk Marketer Farmasi & Healthcare di Era Video Ads

  1. Integrasikan Edukasi dengan Storytelling : Gunakan video untuk menyampaikan pesan kesehatan dengan narasi emosional, bukan hanya data teknis.
  2. Kolaborasi dengan Healthcare Influencer : Dokter muda, tenaga kesehatan, atau pasien inspiratif bisa menjadi wajah kampanye yang lebih dipercaya Gen Z.
  3. Fokus pada Konten Singkat & Relevan : LinkedIn mendorong format short-form video. Manfaatkan untuk tips kesehatan, ringkasan riset, atau awareness campaign.
  4. Gunakan Data Analytics LinkedIn : Pantau engagement, demografi audiens, dan performa konten agar strategi selalu relevan dengan target pasar.

LinkedIn Bisa Menjadi Game Changer

Dengan ekspansi video ads dan meningkatnya pengaruh Gen Z, LinkedIn bukan lagi sekadar platform pencari kerja. Bagi marketer farmasi dan healthcare, ini adalah arena baru untuk edukasi, membangun kepercayaan, dan memperkuat brand presence di pasar global. Video adalah masa depan komunikasi di LinkedIn. Dan kini saatnya sektor farmasi & healthcare ikut ambil bagian di dalamnya.

CTA Background

Your Path to Precise Digital Growth Starts with a Conversation

Every breakthrough begins with a diagnosis. Let's evaluate your digital presence and prescribe a high-performance strategy tailored specifically to your objectives.

Book a Consultation