Mengulik 4 Tren Pemasaran di Tahun 2025 yang Harus Diketahui Marketer
Published
Friday, 10 January 2025
Share
Tahun 2025 membawa tantangan sekaligus peluang baru bagi para pemasar di berbagai industri. Setelah sebelumnya fokus pada konsep-konsep luas seperti kecerdasan buatan (AI) dan strategi pengukuran tradisional, kini para pemasar mulai memprioritaskan implementasi praktis yang lebih relevan untuk menghadapi tantangan bisnis. Artikel ini mengupas tren pemasaran terbaru yang menjadi fokus para pemimpin industri tahun ini, seperti dilansir dari eMarketer.
Mengutamakan Personalisasi dengan AI
Tahun ini, para pemasar semakin fokus memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) untuk menciptakan pengalaman yang lebih personal bagi konsumen. Alih-alih hanya menggunakan AI untuk efisiensi atau pesan umum, pemasar kini memanfaatkan data canggih untuk memahami perilaku terkini konsumen dan menyesuaikan pesan yang tepat.
Eric Danetz, presiden dari perusahaan pemasaran AI yakni Cognitiv, menjelaskan bahwa penting untuk menunjukkan hasil nyata dari AI. Ia mengatakan bahwa banyak orang sudah lelah mendengar tentang AI sebagai konsep besar. Kini fokusnya adalah pada hasil konkret yang dapat dicapai para brand.
Sebagai contoh, perusahaan agensi pemasaran kondang Ogilvy menggunakan AI untuk menganalisis perilaku penggemar olahraga perempuan. Jesse Echeverría selaku Direktur Akuisisi, Strategi Performa, dan Media di Ogilvy USA, mengatakan bahwa mereka membangun model prediktif yang menganalisis perilaku penggemar di berbagai platform, mulai dari layanan streaming hingga media sosial. Ini memungkinkan mereka untuk mengoptimalkan pengeluaran media, mempersonalisasi pesan, dan bahkan memprediksi tren sebelum menjadi populer.
Mengutamakan Social Listening daripada Mengejar Viralnya Konten
Tren pemasaran media sosial kini bergeser dari sekadar mengejar viralitas menjadi membangun komunitas yang bermakna. Scott Fisher, pendiri manajemen talenta content creator yang berbasis di Amerika Serikat yakni Select Management Group, menjelaskan bahwa ini bukan lagi tentang hadir di banyak platform, tapi tentang relevan di waktu yang tepat untuk audiens yang tepat.
Dengan banyaknya merek yang bersaing, penting bagi marketer untuk mendengarkan apa yang sebenarnya dibutuhkan konsumen. Ivy Everitt dari perusahaan kreatif berskala global VML Connections menyebut bahwa mencari tahu percakapan konsumen tentang merek harus menjadi prioritas utama. Ia menambahkan bahwa sering kali merek terlalu fokus pada manfaat produk, sehingga mengabaikan pengalaman atau perasaan orang-orang.
Menurut Everitt, social listening kerap menggantikan keinginan untuk mengikuti tren viral hanya demi popularitas yang dapat membuat identitas merek menjadi kabur.
Menjalin Kemitraan yang Bermakna dengan Influencer
Seiring matangnya industri pemasaran influencer, merek mulai menyadari pentingnya membangun hubungan jangka panjang dengan para kreator. Scott Fisher menekankan bahwa kemitraan yang berkelanjutan menciptakan nilai lebih, membuat kreator menjadi advokat merek terpercaya. Konsumen, kata Scott Fisher, cenderung lebih percaya pada kreator yang terlihat secara konsisten menggunakan produk atau layanan tertentu.
Glenn Ginsburg dari QYOU Media menambahkan bahwa fokus akan bergeser dari sekadar jumlah pengikut dan likes ke engagement bermakna dan ROI terukur. Ia menjelaskan bahwa kemitraan yang sukses membutuhkan keselarasan yang lebih mendalam antara merek dan kreator untuk memastikan konten beresonansi secara autentik dengan audiens target.
Mengatasi Sekat Antar Kanal Pemasaran
Tahun ini, marketer berupaya mengintegrasikan berbagai saluran pemasaran untuk menciptakan standar yang konsisten. Raj Lala dari perusahaan periklanan Vistar Media menjelaskan bahwa menggabungkan taktik pemasaran branding dengan performa dapat meningkatkan hasil keseluruhan. Ia menyebut bahwa sering kali elemen yang hilang dalam kampanye berfokus performa adalah elemen branding dan kesadaran.
Selain itu, perusahaan media Amerika Serikat-Meksiko yakni TelevisaUnivision menunjukkan bahwa konten kreator kini menjadi bagian integral dalam kampanye mereka, mencakup program TV, digital, hingga pengalaman langsung. Leslie Koch, Wakil Presiden Strategi Sosial dari TelevisaUnion, menegaskan bahwa konten kreator memberikan peluang besar bagi merek untuk terhubung dengan audiens muda.
Tahun 2025 akan menjadi tahun di mana pemasar menghadapi tantangan baru untuk tetap relevan di era yang terus berkembang. Dengan fokus pada personalisasi, mendengarkan konsumen, menjalin kemitraan yang lebih dalam, dan mengintegrasikan berbagai saluran, mereka dapat menciptakan kampanye yang tidak hanya efektif tetapi juga membangun kepercayaan dan koneksi yang bermakna dengan audiens.

Your Path to Precise Digital Growth
Starts with a Conversation
Every breakthrough begins with a diagnosis. Let's evaluate your digital presence and prescribe a high-performance strategy tailored specifically to your objectives.
Book a Consultation