Survei Gartner Ungkap 87% Marketer Khawatir Teknologi akan Mengganti Peran Mereka

Insight
Survei Gartner Ungkap 87% Marketer Khawatir Teknologi akan Mengganti Peran Mereka

Published

Wednesday, 28 February 2024

Share

Meski memberi banyak keuntungan, penggunaan teknologi dalam digital marketing juga memberi rasa cemas tersendiri. Hasil survei Gartner, Inc. sepanjang tahun 2023 yang terbit pada Selasa kemarin (27/2/2024) menemukan bahwa 87% marketer merasa khawatir tentang teknologi, termasuk GenAI, yang mungkin menggantikan pekerjaan mereka.

 

Temuan ini mencerminkan ketidakpastian di kalangan marketer terkait perubahan peran dan dampak teknologi pada pekerjaan mereka. Survei ini melibatkan 627 marketer antara Agustus dan September 2023 menemukan bahwa 89% dari responden mengalami kekhawatiran akan pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan mereka.

 

Namun, optimisme terkait kemajuan karier dan kesiapan keterampilan juga terlihat dalam hasil survei. Meskipun sebagian besar marketer merasa optimis terhadap perkembangan karier mereka, 55% melaporkan ketidaksesuaian dengan ekspektasi pekerjaan dalam peran mereka saat ini. Ketidakpastian lingkungan dan beban yang tidak semestinya dari teknologi pemasaran menjadi faktor yang memperburuk ketidaksesuaian tersebut.

 

Lalu sebanyak 61% marketer menyatakan bahwa mereka mengalami perubahan teknologi dan/atau proses yang digunakan dalam dalam 12 bulan terakhir. Menurut Gartner, Inc., hal tersebut menandakan laju perubahan yang signifikan dalam industri ini. Ketidakstabilan dalam kepemimpinan, dengan 20% responden mengalami pergantian kepemimpinan tampuh pimpinan divisi pemasaran senior, juga menciptakan tantangan tambahan bagi para marketer.

 

Menurut Iliyana Hadjistoyanova, Directors and Advisory in the Gartner Marketing Practice, menyebut bahwa temuan ini seharusnya menjadi peringatan bagi Chief Marketing Officer (CMO). Mulai dari tingkat ketidakpastian yang tinggi, ekspektasi peran yang tidak sesuai, dan beban kerja martech (marketing technology) dapat menyebabkan kelelahan serta meningkatnya jumlah pengurangan karyawan.

 

"CMO harus memfokuskan kembali strategi talenta mereka dan memprioritaskan pengembangan dengan fokus yang kuat pada peningkatan keterampilan dan manajemen perubahan untuk memastikan fungsi mereka siap menghadapi gangguan yang sedang berlangsung," ujar Hadjistoyanova seperti dikutip rilis pers Gartner, Inc.

 

Yang lebih mengejutkan, survei Gartner juga menyoroti kompleksitas penggunaan martech. Sebanyak 50% responden setuju bahwa itu sangat rumit untuk dipelajari sekaligus sulit digunakan.

 

Tampuk Kepemimpinan yang Mudah Goyah

 

Dengan teknologi yang semakin pesat berkembang, dua pertiga marketer dalam survei Gartner, Inc. butuh banyak waktu untuk belajar di luar jam kerja. Hasil survei terhadap 405 pemimpin martech antara Mei dan Juni 2023 juga menemukan bahwa 63% dari mereka tidak memiliki keterampilan teknis yang diperlukan untuk mengintegrasikan dan mengoperasikan berbagai teknologi yang dimiliki.

 

Dalam konteks ini, Gartner juga mencatat bahwa GenAI, meskipun telah digunakan oleh 47% marketer, masih menimbulkan kekhawatiran. Meskipun GenAI dapat meningkatkan kreativitas dan tingkat engagement, sebagian besar marketer tetap skeptis terhadap teknologi yang berpotensi menggantikan pekerjaan mereka.

 

Ini terbukti dalam survei tersebut. Sebanyak 822 eksekutif bisnis antara September dan November 2023 menemukan bahwa 26% pemimpin divisi pemasaran berencana pengurangan jumlah karyawan sebagai akibat dari GenAI pada tahun 2024.

 

Di sisi lain, survei tersebut juga mendapati bahwa penggunaan GenAI memiliki dampak positif terhadap kelelahan dan tingkat retensi karyawan. Marketer yang terlibat dalam penggunaan GenAI yang lebih tinggi memiliki kemungkinan 30% lebih kecil untuk melaporkan kelelahan yang tinggi, dan 40% lebih kecil kemungkinannya untuk meninggalkan pekerjaan pada tahun depan.

 

Hadjistoyanova menekankan bahwa CMO harus mengembangkan rencana talenta yang kuat yang menggabungkan penggunaan GenAI dan upaya meningkatkan kesiapan keterampilan untuk memitigasi dampaknya terhadap kesejahteraan karyawan.

 

"Meskipun CMO tidak dapat sepenuhnya melindungi karyawannya dari perubahan, mereka harus mengambil tindakan awal dalam manajemen perubahan dengan cara yang jelas dan transparan untuk memastikan dukungan karyawan dan memitigasi dampak negatif perubahan," tutupnya.

CTA Background

Your Path to Precise Digital Growth Starts with a Conversation

Every breakthrough begins with a diagnosis. Let's evaluate your digital presence and prescribe a high-performance strategy tailored specifically to your objectives.

Book a Consultation