Tren Marketing B2B Healthcare 2025: Saatnya Brand Building Jadi Prioritas
Published
Friday, 13 June 2025
Share
Tahun 2025 menandai pergeseran penting dalam dunia B2B marketing. Termasuk di industri farmasi, rumah sakit, klinik kesehatan, alat kesehatan, laboratorium, dan aplikasi healthtech.
Selama ini, banyak brand healthcare B2B terlalu fokus pada performance marketing untuk mengejar leads rumah sakit, lelang tender alat medis, atau akuisi dalam bentuk lainnya. Tapi kini, muncul kesadaran baru: brand marketing bukan lagi sekadar pelengkap, tapi jadi fondasi penting untuk pertumbuhan jangka panjang.
Hal tersebut diungkap dalam hasil riset terbaru dari perusahaan media Emarketer & platform pemasaran berbasis AI StackAdapt yang terbit pada 22 Mei 2025 lalu :
1. 40% B2B marketer akan meningkatkan anggaran untuk brand building.
Di dunia healthcare B2B, ini berarti :
- Pabrikan farmasi harus memperkuat positioning ke HCP & Key Opinion Leader (KOL).
- Vendor alat kesehatan musti membangun kredibilitas di hadapan manajemen rumah sakit.
- Startup healthtech wajib mengukuhkan kepercayaan mitra rumah sakit & asuransi.
2. 45% marketer berniat mengalokasikan >50% anggaran ke brand (jika masih memungkinkan).
Ini merupakan sebuah pengakuan bahwa :
- Awareness & trust sangat berpengaruh terhadap keputusan procurement, partnership, dan prescribing behavior.
- Di healthcare B2B, brand presence yang kuat memperlancar proses negosiasi bisnis.
3. 58% budget marketing B2B tetap dialokasikan ke lead generation.
Artinya : brand building bukan menggantikan lead generation, tapi memperkuat hasilnya. Performance marketing bekerja lebih efektif saat didukung oleh reputasi brand.
4. 62% marketer mengakui brand sangat penting untuk pertumbuhan jangka panjang, tapi ROI-nya sulit diukur.
Dalam pemasaran farmasi dan healthcare, brand equity memang berdampak ke :
- Keputusan rumah sakit memilih vendor.
- Kepercayaan HCPs pada produk farmasi baru.
- Loyalitas klien B2B dalam kontrak layanan kesehatan.
Lalu Kenapa Tren Ini Relevan untuk Healthcare B2B?
Pasar healthcare B2B makin kompetitif. Sebab semakin banyak pemain baru, termasuk startup healthtech, distributor farmasi, hingga vendor alat medis luar negeri. Keputusan pembelian bersifat high-consideration butuh kepercayaan tinggi, bukan sekadar mempertimbangkan harga murah.
Relasi jangka panjang sendiri lahir dari beberapa hal. Seperti dari kontrak pengadaan dari pihak rumah sakit, prescribing doctor, corporate wellness, dan lain-lain. Tapi, sekali lagi, semua butuh kepercayaan & kredibilitas dan itu semua tidak diperoleh secara instan.
Mindset 2025 : Brand Drives Pipeline
- Performance dari brand akan menarik leads hari ini.
- Brand menciptakan pipeline yang lebih besar, lebih stabil, dan lebih loyal di masa depan.
Bottom line untuk healthcare marketers B2B :
- Tahun 2025 adalah momentum membangun ekuitas brand di pasar healthcare B2B Indonesia.
- Di industri berbasis kepercayaan, brand bukan lagi dihitung sebagai sesuatu yang harus mendapat anggaran, melainkan sebuah aset jangka panjang.

Your Path to Precise Digital Growth
Starts with a Conversation
Every breakthrough begins with a diagnosis. Let's evaluate your digital presence and prescribe a high-performance strategy tailored specifically to your objectives.
Book a Consultation