Data Nielsen 2025: Di Mana Sebaiknya Brand Healthcare Berinvestasi dalam Konten Digital?
Published
Wednesday, 17 September 2025
Share
Memahami perilaku audiens adalah kunci paling penting dalam pemasaran, terkhusus di sektor farmasi dan healthcare. Pada 19 Agustus 2025 lalu, Nielsen Media Research merilis The Gauge – Total TV and Streaming Snapshot Juli 2025, yang memberi gambaran jelas tentang bagaimana masyarakat kini mengonsumsi media.
Menurut Nielsen, streaming kini menguasai 47,3% konsumsi media, jauh melampaui TV kabel (22,2%) maupun siaran TV konvensional (18,4%). Angka ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin nyaman mengonsumsi konten secara on-demand dan digital.
Bagi marketer healthcare, ini adalah peluang emas. Konten edukasi seputar obat, suplemen, hingga kampanye kesehatan dapat lebih mudah diterima jika dikemas dalam format video digital yang bisa diakses kapan saja.
YouTube Jadi Raja, Netflix dan Disney Ikut Menguat
Jika membahas laporan tersebut lebih detail, Nielsen juga menemukan bahwa :
- YouTube menempati posisi teratas dengan 13,4% pangsa konsumsi media streaming.
- Netflix berada di posisi kedua dengan 8,8%, disusul Disney+ (4,7%) dan Prime Video (3,8%).
Apa artinya untuk brand farmasi dan healthcare?
YouTube menjadi kanal utama untuk kampanye edukasi kesehatan. Video tips gaya hidup sehat, cara penggunaan obat, atau konten berbasis awareness (misalnya Hari Jantung Sedunia) sangat relevan untuk platform ini. Netflix dan Disney+, meski tidak memberikan ruang iklan terbuka seperti YouTube, tetap bisa dimanfaatkan melalui kolaborasi brand placement atau kampanye CSR berbasis kesehatan
Meski dominasi streaming begitu besar, TV kabel (22,2%) dan broadcast (18,4%) tidak bisa diabaikan sepenuhnya. Untuk segmen audiens yang lebih tua, TV masih menjadi medium terpercaya. Namun, dari sisi efisiensi anggaran, brand healthcare sebaiknya menempatkan TV sebagai pelengkap strategi omnichannel, bukan fokus utama.
Strategi Investasi Konten Digital untuk Healthcare
Berdasarkan data Nielsen 2025, berikut beberapa strategi yang bisa dipertimbangkan marketer :
- Prioritaskan YouTube Marketing : Buat konten edukasi kesehatan dalam bentuk video singkat (1–3 menit) dan format long-form (5–10 menit) untuk meningkatkan kepercayaan dan engagement.
- Optimalkan Streaming Ads : Manfaatkan iklan di platform dengan inventory iklan, seperti YouTube dan platform AVOD (misalnya Tubi atau Roku Channel).
- Gunakan Konten yang Berbasis Edukasi, Bukan Sekadar Promosi : Audiens healthcare cenderung lebih percaya pada konten informatif yang menyelesaikan masalah kesehatan sehari-hari, bukan hard selling.
- Integrasi dengan Kampanye TV untuk Segmentasi Tertentu : Gunakan TV untuk menjangkau segmen yang lebih senior, sementara digital tetap menjadi fokus utama.
Data Nielsen Juli 2025 memberikan pesan yang jelas: masa depan konten healthcare ada di digital, khususnya streaming. Dengan YouTube sebagai raja platform, brand farmasi dan healthcare di Indonesia sebaiknya mulai mengalokasikan anggaran lebih besar untuk konten digital yang edukatif, mudah diakses, dan sesuai dengan perilaku konsumsi audiens masa kini.
Dengan langkah yang tepat, bukan hanya awareness yang meningkat, tapi juga kepercayaan pasien dan konsumen terhadap brand akan semakin kuat.

Siap untuk pemasaran presisi yang mengubah hasil Anda?
Hubungi kami hari ini, dan mari mulai mencapai tujuan pemasaran farmasi Anda bersama-sama.
Mulai Perjalanan Anda Sekarang