Hal Ini Wajib Diperhatikan Saat Membangun Mobile Marketing di Pemasaran Farmasi
Published
Tuesday, 18 February 2025
Share
Lanskap digital terus berkembang pesat, dan strategi mobile yang kuat kini menjadi faktor penting bagi merek B2C, termasuk di sektor farmasi dan layanan kesehatan. Berdasarkan riset terbaru dari Airship bekerja sama dengan Emarketer yang dilakukan pada Oktober 2024 terhadap 120 merek global B2C, ada tiga poin utama yang perlu diperhatikan dalam membangun strategi mobile yang terintegrasi.
1. Fragmentasi Menghambat Keberhasilan
Banyak merek menghadapi tantangan dalam mengelola strategi mobile yang tidak terintegrasi, yang berdampak negatif pada pengalaman pelanggan.
- 90,3% merek menyadari bahwa strategi mobile yang terpecah-pecah menjadi hambatan utama dalam mencapai efektivitas pemasaran.
- Salah satu penyebab utama fragmentasi ini adalah kurangnya kepemilikan yang terpusat. Sebanyak 47,5% merek melaporkan bahwa strategi mobile mereka dikelola oleh beberapa tim atau agensi eksternal, sehingga sulit menciptakan pengalaman pelanggan yang konsisten.
- Hanya 12,5% merek yang memiliki tim khusus untuk merancang strategi mobile, dan hanya 10,8% yang memiliki tim khusus untuk eksekusi strategi tersebut.
Fragmentasi ini menyebabkan peluang keterlibatan pelanggan yang terlewat, pengalaman yang tidak konsisten, serta kesulitan dalam mengukur efektivitas kampanye. Tapi, kesadaran terhadap masalah ini semakin meningkat, dengan 71,0% merek saat ini tengah bekerja untuk membangun strategi mobile yang lebih terintegrasi.
2. Mobile sebagai Touchpoint Utama dalam Interaksi Pelanggan
Perangkat mobile kini menjadi jalur utama bagi konsumen dalam mengakses media digital, termasuk di sektor farmasi dan layanan kesehatan.
- Pada tahun 2026, hampir setengah (48,8%) dari total waktu yang dihabiskan dengan media digital di AS akan melalui perangkat mobile, menurut estimasi Emarketer Maret 2024.
- Sekitar 80% dari total kunjungan ke situs web terjadi melalui perangkat mobile pada tahun 2023, berdasarkan data dari Semrush.
- 58,3% merek menyatakan bahwa strategi mobile sangat penting dalam keterlibatan pelanggan mereka.
Bagi industri farmasi dan healthcare, hal ini berarti bahwa strategi mobile yang efektif harus dapat memberikan pengalaman yang mulus bagi pasien, dokter, dan tenaga kesehatan (HCP). Saluran seperti media sosial, iklan berbayar, email, SMS, dan push notification harus terintegrasi untuk membangun perjalanan pelanggan yang lebih efisien.
3. Tantangan dalam Menyatukan Strategi Mobile
Banyak merek menghadapi kendala dalam menciptakan pengalaman mobile yang terpadu.
- Sebanyak 79,2% merek menyebut kurangnya keselarasan tujuan dan prioritas antar departemen sebagai hambatan utama.
- Kendala lainnya termasuk kurangnya sumber daya (78,3%), terbatasnya anggaran (76,7%), serta celah dalam teknologi (76,7%).
- Sebanyak 80% merek juga mengalami kesulitan dalam mengakses data yang diperlukan untuk pengambilan keputusan berbasis insight.
Untuk mencapai strategi mobile yang lebih efektif di industri farmasi dan healthcare, perusahaan perlu menyatukan beberapa hal. Mulai dari kepemilikan strategi mobile, menyelaraskan tujuan organisasi, berinvestasi dalam pengumpulan dan analisis data, serta mengukur keberhasilan berdasarkan hasil bisnis yang terukur. Dengan pendekatan ini, merek farmasi dapat meningkatkan keterlibatan pelanggan, memperkuat loyalitas, serta memastikan bahwa strategi pemasaran mobile mereka sesuai dengan regulasi dan kebutuhan pasar.

Siap untuk pemasaran presisi yang mengubah hasil Anda?
Hubungi kami hari ini, dan mari mulai mencapai tujuan pemasaran farmasi Anda bersama-sama.
Mulai Perjalanan Anda Sekarang