Memahami Kebutuhan Baby Boomer : Panduan Dasar untuk Pharma Marketer

Insight
Memahami Kebutuhan Baby Boomer : Panduan Dasar untuk Pharma Marketer

Published

Tuesday, 23 July 2024

Share

Meskipun influencer marketing sering kali dikaitkan dengan Generasi Z dan milenial, penting untuk tidak mengabaikan potensi besar yang ada di segmen baby boomer. Di Indonesia, baby boomer, yang umumnya lahir antara tahun 1946 dan 1964, masih merupakan kelompok konsumen yang signifikan, baik dari segi jumlah maupun daya beli.

Mengingat banyak dari mereka yang kini aktif di media sosial, khususnya Facebook, penting bagi pemasar untuk memahami cara terbaik untuk menjangkau dan berkomunikasi dengan generasi ini melalui influencer marketing.

Berdasarkan data, sekitar 48,7% baby boomer di Amerika Serikat menggunakan Facebook, dan tren serupa juga terlihat di Indonesia. Platform ini menjadi media yang tepat untuk menjangkau mereka, mengingat preferensi mereka yang cenderung lebih nyaman dengan format yang lebih tradisional dan familiar.

Cara Efektif Menjangkau Baby Boomer

1. Pilih Influencer yang Tepat

Untuk menjangkau baby boomer, penting untuk bermitra dengan influencer yang memiliki kredibilitas tinggi dan pengetahuan mendalam tentang produk atau industri yang mereka promosikan. Baby boomer cenderung mencari sosok yang dapat dipercaya dan memiliki otoritas dalam bidang tertentu, seperti dokter, ahli gizi, atau tokoh masyarakat yang dihormati.

2. Sampaikan Pesan dengan Jelas dan Sederhana

Baby boomer menghargai informasi yang disampaikan dengan jelas dan tanpa banyak jargon. Menurut data dari Captiv8, sekitar 51% baby boomer merasa kurang mempercayai iklan jika informasi yang diberikan tidak jelas. Oleh karena itu, pastikan pesan yang disampaikan melalui influencer mudah dipahami dan langsung pada intinya.

3. Fokus pada Nilai Produk dan Penawaran Terbatas

Menekankan nilai produk serta menawarkan promosi dengan batas waktu tertentu dapat menjadi strategi yang efektif. Lebih dari setengah (56%) baby boomer melakukan pembelian e-commerce karena adanya diskon. Pemasar dapat bekerja sama dengan influencer untuk menyampaikan penawaran khusus yang dirancang khusus untuk generasi ini, sehingga menciptakan rasa urgensi dan mendorong mereka untuk segera bertindak.

4. Gunakan Konten yang Menceritakan

Konten yang berbentuk narasi atau cerita yang dapat dihubungkan dengan pengalaman hidup baby boomer cenderung lebih efektif. Mereka menghargai cerita yang menyentuh aspek emosional, seperti keluarga, kesehatan, dan kesejahteraan. Influencer dapat menggunakan pendekatan ini untuk menghubungkan produk dengan kebutuhan nyata yang mereka miliki.

5. Perhatikan Kualitas dan Layanan

Baby boomer lebih cenderung berfokus pada kualitas produk dan layanan purna jual yang baik. Pastikan bahwa kampanye pemasaran tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga meyakinkan mereka bahwa produk tersebut memenuhi standar kualitas tinggi dan didukung oleh layanan yang andal.

Bagaimana dengan Bisnis Farmasi-Healthcare?

Dalam konteks bisnis farmasi dan healthcare, generasi baby boomer merupakan segmen pasar yang penting karena mereka sering membutuhkan produk kesehatan, baik itu obat-obatan, perawatan medis, maupun alat kesehatan. Untuk mencapai dan melibatkan baby boomer, ada beberapa strategi yang dapat diterapkan :

  1. Baby boomer cenderung lebih percaya pada influencer yang memiliki reputasi dan kredibilitas dalam industri kesehatan. Menggunakan influencer yang ahli di bidangnya, seperti dokter, apoteker, atau ahli gizi, dapat membantu meningkatkan kepercayaan dan kredibilitas produk yang dipromosikan.
  2. Generasi ini menghargai informasi yang jelas dan transparan. Oleh karena itu, pesan pemasaran harus fokus pada manfaat produk, cara penggunaan, serta efek samping yang mungkin terjadi. Informasi yang disampaikan secara langsung dan sederhana akan lebih mudah diterima oleh mereka.
  3. Produk farmasi dan healthcare sering kali dibeli berdasarkan kepercayaan dan keyakinan terhadap kualitasnya. Menekankan keandalan, keamanan, dan efektivitas produk dalam kampanye pemasaran dapat menarik minat baby boomer, yang cenderung lebih berhati-hati dalam memilih produk kesehatan.
  4. Seperti yang disoroti sebelumnya, diskon dan penawaran waktu terbatas bisa menjadi daya tarik yang kuat bagi generasi baby boomer. Bisnis dapat menggabungkan promosi ini dengan program loyalitas atau bundling produk untuk meningkatkan nilai yang dirasakan oleh konsumen.
  5. Meskipun Facebook adalah platform utama untuk menjangkau baby boomer di Indonesia, menggunakan saluran komunikasi lain seperti WhatsApp atau email dengan konten yang disesuaikan juga bisa efektif. Konten edukatif yang disampaikan melalui platform ini dapat membantu mereka membuat keputusan yang lebih baik terkait kesehatan.

Dengan strategi-strategi ini, bisnis farmasi dan healthcare dapat lebih efektif menjangkau dan melibatkan baby boomer, membantu mereka mendapatkan produk dan layanan kesehatan yang mereka butuhkan dengan kepercayaan penuh.

Dengan memahami preferensi dan perilaku baby boomer, serta menggunakan pendekatan yang tepat, merek dapat lebih efektif dalam membangun hubungan yang kuat dengan segmen pasar ini. Influencer marketing yang dilakukan dengan cermat dan disesuaikan dengan kebutuhan baby boomer dapat membantu merek memperluas jangkauan dan meningkatkan kepercayaan di kalangan konsumen yang berpengaruh ini.

CTA Background

Siap untuk pemasaran presisi yang mengubah hasil Anda?

Hubungi kami hari ini, dan mari mulai mencapai tujuan pemasaran farmasi Anda bersama-sama.

Mulai Perjalanan Anda Sekarang