Pendapatan Iklan Google Q4 Melambat, tapi Peluang untuk Farmasi-Layanan Kesehatan Tetap Besar
Published
Monday, 10 February 2025
Share
Menurut laporan keuangan dari Alphabet, perusahaan induk Google, pendapatan Google dari iklan meningkat 10,6% secara tahunan menjadi US$72,46 miliar pada kuartal keempat (Q4) 2024. Tapi, hasil ini tidak memenuhi ekspektasi analis.
Dalam laporan yang diterbitkan pada 4 Februari 2024 tersebut, video YouTube mencatat kenaikan pendapatan iklan sebesar 13,8% menjadi US$10,47 miliar. Ini diraih di tengah pertumbuhan yang melambat dibanding periode yang sama di di tahun sebelumnya. Sementara itu, segmenter besar Google yaitu Search and Other, tumbuh ke US$12,554 miliar, menunjukkan pelambatan yang tak terlalu signifikan.
Para eksekutif menjelaskan bahwa perlambatan ini disebabkan oleh tingginya basis perbandingan dengan Q4 2023, yang mencatat permintaan iklan yang sangat kuat dari retailer di kawasan Asia-Pasifik. Ke depan, kecerdasan buatan (AI) menjadi prioritas strategis Google pada tahun 2025, meskipun perusahaan juga menghadapi tantangan baru di bidang ini.
Analisis Mendalam
Beberapa pilar utama periklanan Google menunjukkan pertumbuhan yang lebih lambat di Q4 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini terjadi meskipun YouTube mendapatkan keuntungan besar dari pemilihan umum AS, yang mendorong pengeluaran iklan hampir dua kali lipat dibandingkan tahun 2020.
Dalam pertemuan terkait kinerja Q4 2024 pada 5 Februari 2025, Chief Financial Officer (CFO) Alphabet yakni Anat Ashkenazi menyatakan bahwa perbandingan tahun ke tahun di semua lini pendapatan iklan kami dipengaruhi oleh kekuatan pendapatan iklan di Q4 2023, sebagian besar berasal dari retailer berbasis di Asia-Pasifik.
Retailer berbasis China seperti Shein dan Temu telah menjadi pendorong utama bagi platform digital seperti Meta dan Google dalam beberapa tahun terakhir, dengan menginvestasikan banyak dana untuk iklan guna menjangkau pembeli baru di AS. Tapi, momentum ini mungkin akan melambat seiring dengan meningkatnya pengawasan terhadap perusahaan-perusahaan tersebut dan kebijakan tarif yang lebih tinggi dari pemerintahan Donald Trump.
AI dan Inovasi Pencarian
Di sisi lain Google telah menjadikan transformasi berbasis AI generatif sebagai prioritas utama, dengan memasukkan fitur AI Overviews ke dalam pengalaman mesin pencarian. Perusahaan juga baru-baru ini memperkenalkan iklan di versi mobile AI Overviews sebagai bagian dari strategi monetisasi.
Marketing Dive dalam sebuah laporan menjelaskan bahwa AI juga digunakan untuk memperbarui inisiatif e-commerce Google, yang mungkin memberikan dorongan selama musim liburan sekaligus waktu di mana tingkat belanja meningkat pesat. Menurut Chief Business Officer (CBO) Alphabet yakni Philipp Schindler, Google Shopping mencatat peningkatan 13% dalam jumlah pengunjung harian di AS pada Q4 2024 dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, taruhan Google pada AI generatif menghadapi tantangan dari pesaing seperti DeepSeek, perusahaan asal China yang menawarkan teknologi canggih serupa dengan biaya lebih rendah. Pada Desember 2023, Google meluncurkan Gemini 2.0, model AI terbaru dan tercanggih mereka, yang dirancang untuk menghadapi era baru teknologi yang disebut CEO Sundar Pichai sebagai "era agensi."
"Seiring dengan perluasan AI terhadap jenis pertanyaan yang dapat diajukan, tahun 2025 akan menjadi tahun inovasi pencarian terbesar," ungkap Pichai dalam transkrip pertemuan yang dirilis oleh The Motley Fool.
Tantangan Regulasi
Google juga menghadapi ancaman serius dari dua kasus antimonopoli di AS terkait mesin pencarian dan teknologi periklanannya. Pada November 2023, Departemen Kehakiman AS merekomendasikan agar Google menjual browser Chrome, yang akan berdampak besar bagi industri periklanan.
Apa yang Bisa Bisnis Farmasi dan Layanan Kesehatan Petik?
1. Maksimalkan YouTube dan Konten Video
Dengan tingginya pertumbuhan pendapatan iklan di YouTube, brand farmasi dan layanan kesehatan dapat memanfaatkan platform ini untuk menyebarkan konten edukatif, seperti video tentang manfaat produk, tips kesehatan, atau testimoni pasien. Konten video yang kreatif dan relevan dapat meningkatkan engagement dan kepercayaan audiens.
2. Eksplorasi AI untuk Personalisasi
Inovasi AI seperti AI Overviews dapat digunakan untuk meningkatkan pengalaman pencarian pengguna terkait informasi kesehatan. Brand dapat memanfaatkan teknologi ini untuk menyediakan rekomendasi produk atau layanan yang lebih personal dan akurat, sekaligus meningkatkan visibilitas melalui iklan berbasis AI.
3. Waspadai Persaingan Global
Seperti halnya tantangan yang dihadapi Google dari pesaing seperti DeepSeek, brand farmasi dan layanan kesehatan juga perlu memantau persaingan global dan mengadopsi teknologi terbaru untuk tetap relevan di pasar yang semakin kompetitif.
Dengan memanfaatkan platform digital dan inovasi AI, brand farmasi dan layanan kesehatan dapat meningkatkan strategi pemasaran mereka, menjangkau audiens yang lebih luas, dan tetap kompetitif di era digital.

Siap untuk pemasaran presisi yang mengubah hasil Anda?
Hubungi kami hari ini, dan mari mulai mencapai tujuan pemasaran farmasi Anda bersama-sama.
Mulai Perjalanan Anda Sekarang