TV Masih Unggul, Tapi Media Digital Makin Relevan: Apa yang Harus Dilakukan Marketer Healthcare?

Insight
TV Masih Unggul, Tapi Media Digital Makin Relevan: Apa yang Harus Dilakukan Marketer Healthcare?

Published

Tuesday, 15 July 2025

Share

"TV sudah kalah dengan YouTube." Kalimat itu sering kita dengar, terutama dari kalangan muda dan pengguna media sosial aktif. Tapi jika kita lihat data terbaru dari Emarketer (Mei 2025), gambaran yang muncul jauh lebih kompleks daripada sekadar kekalahan televisi konvensional.

Faktanya, TV konvensional masih mendominasi waktu tonton harian masyarakat. Rata-rata orang dewasa di AS masih menghabiskan 2 jam 29 menit per hari menonton TV tradisional. Itu lebih banyak dibanding media digital lain mana pun, termasuk media sosial atau layanan streaming.

Berikut adalah data lima media dengan rata-rata waktu konsumsi tertinggi per orang :

  • TV Konvensional : 2 jam 29 menit
  • Streaming Video : 1 jam 58 menit
  • Media Sosial : 1 jam 31 menit
  • Podcast/Audio Digital : 1 jam 25 menit
  • Radio : 1 jam 19 menit

Data ini mungkin mengejutkan bagi sebagian marketer digital. Tapi tunggu dulu, kita perlu menggali lebih dalam sebelum menarik kesimpulan.

TV Masih Kuat, Tapi Tak Lagi Dominan Sendiri

Meskipun secara total waktu tonton harian TV masih unggul, pola konsumsi media telah berubah secara signifikan. Salah satu yang paling mencolok adalah naiknya peran YouTube dan platform video digital lainnya, terutama di kalangan usia muda dan pengguna "cord-cutter" alias mereka yang tidak lagi berlangganan TV kabel.

Menurut laporan yang sama, waktu tonton pada Connected TV (CTV) (termasuk OTT (Netflix, Disney+, Prime Video), FAST (Free Ad-Supported TV), dan YouTube) secara total sudah setara dengan TV konvensional. Hanya saja waktu itu kini terpecah ke berbagai platform.

Dan di antara semua itu, YouTube memiliki pertumbuhan yang paling stabil dan menjanjikan. Hampir semua kelompok usia kini menghabiskan waktu cukup besar untuk menonton YouTube setiap harinya, dari tutorial dan hiburan, hingga edukasi termasuk konten seputar kesehatan.

Apa Implikasinya untuk Marketer Farmasi dan Healthcare?

1. Media Digital Tidak Bisa Lagi Diabaikan

TV masih kuat, tapi tidak lagi menjadi satu-satunya titik kontak efektif dengan konsumen. Banyak audiens potensial Anda (dari pasien, caregiver, hingga profesional kesehatan muda) lebih aktif di platform digital.

Mereka mencari jawaban seputar gejala, tips hidup sehat, hingga ulasan obat OTC langsung dari YouTube atau media sosial, bukan dari iklan TV. Bila brand Anda tidak hadir di sana, Anda sedang kehilangan potensi besar.

2. Video Digital Adalah Sarana Edukasi yang Lebih Fleksibel

Di platform seperti YouTube, brand healthcare bisa membuat konten video dengan pendekatan yang lebih santai, edukatif, dan berbasis kebutuhan audiens. Misalnya:

  • Cara penggunaan obat tertentu yang benar
  • Mitos vs fakta seputar penyakit ringan
  • Tips kesehatan untuk ibu hamil, lansia, atau anak
  • Wawncara singkat dengan apoteker atau dokter
  • Penjelasan visual tentang manfaat kandungan produk OTC

Pendekatan ini lebih disukai generasi digital yang terbiasa dengan konten cepat, visual, dan informatif.

3. ROI Lebih Terukur dan Biaya Lebih Terkontrol

Tidak seperti iklan TV yang mahal dan cenderung satu arah, kampanye digital video memungkinkan :

  • Penargetan berdasarkan usia, lokasi, minat, dan perilaku
  • A/B testing berbagai versi konten
  • Pelacakan impresi, engagement, hingga konversi
  • Retargeting bagi audiens yang belum menyelesaikan video

Artinya, setiap rupiah yang dikeluarkan, hasilnya bisa diukur.

Strategi Media Mix Ideal di Era Multiscreen

Bagi marketer healthcare, solusi terbaik adalah strategi seimbang antara media tradisional dan digital. Berikut pendekatan yang direkomendasikan :

1. Gunakan TV untuk kampanye nasional berskala besar : Cocok untuk program edukasi pemerintah, kesadaran publik soal penyakit, atau peluncuran brand awareness.

2. Aktifkan YouTube & OTT Ads untuk menjangkau kelompok muda dan urban : Generasi milenial dan Gen Z sudah hampir tidak menonton TV. Mereka lebih sering membuka YouTube atau streaming platform sebagai sumber informasi.

3. Manfaatkan FAST (Free Ad-Supported TV) : Platform ini adalah bintang baru dalam dunia video digital. Biaya relatif terjangkau, tapi jangkauan tetap luas karena bersifat seperti TV, meskipun berbasis internet dan iklan.

4. Kembangkan konten organik berbasis edukasi : Bukan hanya iklan, tapi konten seperti video "tips kesehatan", "penjelasan medis ringan", atau "cara memilih produk OTC yang tepat" bisa menjadi entry point yang powerful untuk menciptakan brand trust.

Relevansi adalah Kunci, Kombinasi Jadi Strategi

TV belum mati, tapi peran YouTube dan video digital makin tak bisa diabaikan. Bagi industri seperti farmasi dan healthcare yang sangat bergantung pada edukasi dan kepercayaan, mengoptimalkan semua kanal distribusi konten adalah keharusan.

Ingat, reach memang penting, tapi relevansi yang menentukan dampaknya. Dan di era multiscreen ini, strategi video digital yang adaptif, relevan, dan datar-driven akan jadi pembeda utama.

 

CTA Background

Siap untuk pemasaran presisi yang mengubah hasil Anda?

Hubungi kami hari ini, dan mari mulai mencapai tujuan pemasaran farmasi Anda bersama-sama.

Mulai Perjalanan Anda Sekarang