VPN, Apple Private Relay, dan Ad Blockers : Bagaimana Pengiklan Bisa Bertahan?

Insight
VPN, Apple Private Relay, dan Ad Blockers : Bagaimana Pengiklan Bisa Bertahan?

Published

Tuesday, 16 July 2024

Share

Dalam dunia pemasaran digital, penargetan iklan yang efektif semakin menantang seiring berkembangnya teknologi yang dirancang untuk melindungi privasi pengguna. Tiga ancaman non-cookie utama yang harus diperhatikan oleh para pemasar adalah VPN, Apple Private Relay, dan ad blockers.

Masing-masing teknologi ini menghadirkan tantangan unik bagi iklan digital, yang sebelumnya sangat bergantung pada data seperti alamat IP dan cookie untuk menargetkan audiens secara tepat. Berikut ini kami membahasnya, seperti disadur dari laman EMarketer.com.

1. VPN (Virtual Private Network)

VPN adalah layanan yang memungkinkan pengguna untuk menyembunyikan alamat IP mereka dan mengenkripsi data mereka saat berselancar di internet. Menurut Forbes Advisor, sekitar 66% pengguna VPN memanfaatkan teknologi ini untuk melindungi data pribadi mereka.

Meskipun VPN tidak menghapus iklan, teknologi ini dapat mengganggu iklan berbasis lokasi dengan menyembunyikan alamat IP pengguna, sehingga menyulitkan pengiklan dalam mengukur dan menargetkan iklan dengan tepat. Hal ini menjadi tantangan khusus bagi iklan di Connected TV (CTV), yang menggunakan alamat IP untuk menghubungkan perangkat dalam satu rumah tangga.

Beberapa layanan VPN bahkan dilengkapi dengan pemblokir iklan, seperti Mullvad, yang memiliki fungsi pemblokiran iklan dan pelacakan konten. Meski adopsi VPN berbayar ini mungkin tidak sebesar VPN gratis, ancamannya terhadap iklan digital tetap ada, meskipun minimal.

2. Apple Private Relay

Apple Private Relay adalah fitur yang disertakan dalam layanan iCloud+ dengan biaya rendah yang dirancang untuk menyembunyikan alamat email dan IP pengguna saat mereka berselancar di internet menggunakan Safari. Fitur ini belum banyak diadopsi, tetapi potensinya untuk merusak penargetan iklan sangat besar.

Jika Apple memutuskan untuk menerapkan fitur ini secara default dalam pembaruan iOS mendatang, hal ini dapat menjadi ancaman serius bagi model API Konversi (CAPI) yang digunakan oleh Google dan Meta, dua raksasa teknologi yang sangat bergantung pada data pengguna untuk penargetan iklan setelah pembaruan Apple AppTrackingTransparency pada tahun 2021.

Fitur ini dapat mereduksi kemampuan pengiklan untuk mengumpulkan data yang diperlukan untuk penargetan yang akurat, yang pada akhirnya dapat berdampak pada strategi pemasaran digital mereka.

3. Pemblokir Iklan (Ad Blockers)

Pemblokir iklan adalah perangkat lunak yang dirancang untuk mencegah iklan tampil di perangkat pengguna. Menurut data dari Tinuiti pada Maret 2023, sekitar 31% konsumen dewasa di AS menggunakan pemblokir iklan. Ancaman ini lebih jelas dibandingkan dengan VPN dan Apple Private Relay, karena pemblokir iklan benar-benar mencegah konsumen melihat iklan sama sekali.

Untuk mengatasi tantangan ini, beberapa penerbit dan platform, seperti YouTube, telah menguji cara-cara baru untuk memastikan bahwa pemblokir iklan tidak mengganggu konten mereka. Penerbit juga dapat meminta atau mendorong pengguna untuk memasukkan situs web mereka ke dalam daftar putih (whitelist), agar iklan tetap dapat ditampilkan, meskipun sering kali penerbit harus membayar kepada penyedia layanan pemblokir iklan untuk memastikan iklan mereka terlihat.

Strategi untuk Mengatasi Ancaman Ini

Bagi para marketer, mengandalkan satu pendekatan penargetan iklan saja tidak lagi cukup. Diversifikasi strategi menjadi kunci untuk menghadapi ancaman ini. Beberapa strategi yang dapat diterapkan termasuk:

  • Penargetan Kontekstual : Menyajikan iklan dalam konten yang relevan dengan produk atau layanan yang ditawarkan.
  • Memanfaatkan Data Pihak Pertama : Beriklan melalui jaringan media ritel atau penerbit yang memiliki kemitraan media ritel, yang memungkinkan penggunaan data pembelian langsung dari konsumen.
  • Iklan Native : Mengintegrasikan pesan iklan dengan konten yang sedang dikonsumsi oleh audiens, sehingga iklan terasa lebih alami dan tidak mengganggu.
  • Bekerja dengan Influencer : Menggandeng influencer yang memiliki audiens yang secara sukarela memilih untuk melihat konten mereka, memungkinkan pesan iklan menjangkau target dengan lebih efektif.

Dengan menerapkan berbagai strategi ini, pengiklan dapat memastikan bahwa mereka tetap dapat menjangkau audiens mereka meskipun menghadapi tantangan dari teknologi yang melindungi privasi pengguna. Ini adalah tantangan yang perlu dihadapi dengan inovasi dan fleksibilitas dalam pendekatan pemasaran digital.

CTA Background

Siap untuk pemasaran presisi yang mengubah hasil Anda?

Hubungi kami hari ini, dan mari mulai mencapai tujuan pemasaran farmasi Anda bersama-sama.

Mulai Perjalanan Anda Sekarang